Investor Waib Tahu, Ini Dia Perbedaan Saham dan Crypto!

Seperti yang diketahui bersama, saham dan crypto merupakan jenis instrument investasi yang cukup banyak diminati. Keduanya memiliki perbedaan yang cukup signifikan, baik dari jenis asset hingga cara transasi. Apa saja perbedaan saham dan crypto? Mari cari tahu!

Apa Itu Saham dan Crypto?

Saham merupakan jenis instrument investasi yang bentuknya berupa kepemilikan suatu perusahaan yang dibuktikan dengan lampiran modal. Bukti kepemilikan yang satu ini bersifat sah dan memungkinkan untuk mendapat dividen yang menyesuaikan dengan saham yang dimiliki. 

Harga saham bisa berubah sesuai dengan kondisi suatu perusahaan. Maka dari itu, disarankan untuk memilih perusahaan dengan saham blue-chip yang memiliki sifat lebih stabil. 

Adapun crypto yakni jenis mata uang digital yang memiliki kode rahasia atau pun sandi rumit. Hal ini sebagai salah satu cara perlindungan serta menjaga keamanan mata uang tersebut. 

Mata uang crypto ini memiliki jenis yang beragam. Dua di antara yang sangat popular yakni Bitcoin dan Ethereum. Umumnya, untuk memulai trading crypto bisa diawali dengan harga yang terjangkau yakni 10.000 rupiah saja. 

Perbedaan Saham dan Crypto

Dua jenis instrument investasi ini memiliki perbedaan yang sangat mendasar. Dengan membandingkan perbedaannya, Anda pun bisa leluasa memilih instrument mana yang akan Anda pilih untuk berinvestasi. Inilah perbedaan saham dan crypto yang bisa Anda simak!

Aset

Dari aspek asset, saham senantiasa menyajikan persentase kepemilikan asset yang Anda miliki. Meningkatnya kinerja perusahaan akan menjadi penentu nilai saham yang dimiliki. Lain halnya dengan crypto yang mana asset Anda tidak mewakili kepemilikan. Koin yang diinvestasikan fungsinya beragam. 

Fundamental

Berikutnya, dari aspek fundamental, saham senantiasa melibatkan data yang akan berpengaruh pada nilai saham. Penentuan ini melibatkan beragam indikator, mencakup arus kas, indikator kemampuan perusahaan hingga gearing ratio guna mengukur dana operasional suatu perusahaan.

Berbeda halnya pada crypto yang akan mempertimbangkan beragam aspek. Hal ini mencakup aspek kegunaan asset crypto, jumlah penggunaan hingga tim terkait pembuatan asset terkait. 

Platform 

Berikutnya dari segi platform penyedia yang man asaham sangat berbeda dengan platform crypto. Saham memungkinkan trader untuk bertransaksi di sekuritas tertentu dengan menjadi seorang nasabah. 

Terkait platform crypto, transaksi yang dilakukan bisa melalui exchange crypto. Para investor bisa menyimpannya dalam bentuk aplikasi e-wallet. Sejenis aplikasi berupa dompet digital yang digunakan sebagai tempat penyimpanan crypto, hodler dan sebagainya. 

Koneksi

Perbedaan saham dan crypto bisa dilihat dari segi koneksi. Transaksi saham yang dilakukan memiliki batasan tertentu dalam suatu bursa. Saham memungkinkan adanya ketrebatasan dari bursa suatu negara. 

Lain halnya dengan crypto yang koneksinya tanpa batas meski berbeda negara. Hal inilah yang membuat kuantitas trader crypto lebih banyak. Maka dari itu, investasi crypto disebut-sebut sebagai investasi masa depan yang sangat menguntungkan. 

Regulator/ Pengawas

Setiap jenis instrument memiliki regulator terkait.  Terkait investasi crypto tersaji dalam bentuk misi desentralisasi. Ketika dioperasikan di suatu negara, tetap harus menerapkan aturan tertentu. Indonesia sendiri melegalkan crypto sebagai komoditas. 

Maka dari itu, crypto akan diawasi oleh Bappebti yakni Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi. Sementara itu, instrumen investasi jenis saham akan diregulasi oleh pihak OJK yakni Otoritas Jasa Keuangan. 

Transaksi

Dari segi transaksi pun memiliki perbedaan yang sangat mendasar. Perbedaan saham dan crypto yakni saham senantiasa dikenakan pajak, baik ketika pembayaran, hingga mendapat keuntungan. 

Adapun asset crypto biaya transaksi cukup minim. Pasalnya, transaksi dilakukan hanya untuk gas fee saja. Biaya yang dikenakan relatif rendah jika harus dibandingkan dengan bursa saham. 

Volatilitas

Perbedaan saham dan crypto juga bisa disimak dari aspek volatilitas. Inilah pembeda yang paling signifikan. Saham diterapkan dengan volatilitas yang terbatas. Tingkat volatilitasnya akan tetap terjaga meski terjadi penurunan ataupun peningkatan. 

Crypto memiliki mekanisme volatilitas yang tidak terkendali atau tanpa batas. Pegerakan harga crypto akan berpengaruh pada supply & demand. Inilah alasan crypto bisa meningkat ataupun menurun secara drastis. 

Jika masih bingung, Anda bisa mengikuti program menari dari Indodax. Program ini bernama Indodax Academy. Alternatif mudah untuk Anda yang ingin belajar perihal investasi.

Demikianlah ulasan terkait perbedaan saham dan crypto yang bisa Anda simak. Perbedaan di antara keduanya bisa menjadi pertimbangkan. Berikutnya, Anda pun bisa menentukan instrumen mana yang akan dijadikan investasi. 

Tinggalkan komentar