Hari ini, 11 Mei 2010 , para ilmuwan muda dari seluruh dunia bersaing untuk berbagai penghargaan senilai lebih dari US$ 4 juta, termasuk Gordon E. Moore Award
Intel International Science and Engineering Fair 2010, program dari Society forScience & the Public, mulai berlangsung hari ini di San Jose, California. Sebanyak 1.611 pelajar dari 59 negara berkumpul untuk memamerkan riset canggih mereka dan bersaing untuk meraih berbagai penghargaan senilai lebih dari US$ 4 juta. Secara khusus lima pelajar, finalis Lomba Karya Ilmiah Remaja 2009, merupakan perwakilan Indonesia dalam ajang Intel ISEF 2010, turut bersaing dalam ajang riset dunia ini. Untuk pertama kalinya, juara pertama ajang Intel ISEF akan menerima Gordon E. Moore Award, sebuah penghargaan bernilai US$ 75.000, sebagai penghormatan kepada salah satu pendiri Intel yang juga pernah menjadi chairman dan CEO.Komitmen Intel untuk Pendidikan mencakup lebih dari Intel International Science and Engineering Fair. Dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir saja, Intel telah menginvestasikan lebih dari US$ 1 milyar, dan para karyawannya telah menyumbangkan lebih dari 2,5 juta jam dalam meningkatkan pendidikan di 50 negara.Ini adalah profil lima finalis Lomba Karya Ilmiah Remaja 2009 dari Indonesia yang turut bersaing di ajang bergengsi ini :
-
Afrizal, Wafiakmal Miftah, dan Lutfi Fachry Muhammad (SMA Plus Negeri 17 Palembang) dengan proyek "Peluang Ekonomi Vs. Kerusakan Lingkungan". Fokus dari proyek ini adalah pengembangan pelabuhan Tanjung Siapi Api, yang mengancam lingkungan hidup sekitar, tapi juga menyediakan peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar;
-
Mohammad Pandi Alam (Diklat LPI Bina Bangsa/SMAN 2 Jombang) dengan proyek "Telur Super". Fokus dari proyek ini adalah menciptakan proses pembuatan telur asin yang lebih cepat dan lebih baik lewat "Oven Sakti";
-
Jayu Pramudya (SMAN 1 Surakarta) dengan proyek "Peran Pseudomonas Aeruginosa Dalam Mengurangi Konsentrasi Ion Fe2+ Di Air". Fokus dari proyek ini adalah menciptakan air yang lebih bersih, dengan mengurangi konsentrasi Fe2+, lewat penggunaan mikroorganisme seperti Pseudomonas Aeruginosa.
(TRZ, Foto: Dok.visitrenotahoe )
KOMENTAR PEMBACA