-->
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

3 Perbedaan Angin Muson Barat dan Angin Muson Timur

Perbedaan Angin Muson Barat dan Angin Muson Timur

Terjadinya pergantian musim dari waktu ke waktu ternyata disebabkan karena adanya perbedaan arah tiupan angin di tempat tertentu. Musim yang berbeda di berbagai belahan dunia ternyata disebabkan oleh perbedaan angin muson barat dan angin muson timur. Sehingga, ketika di suatu tempat sedang mengalami musim panas, bisa jadi di bagian negara yang lain justru sedang mengalami musim hujan.

Perbedaan Angin Muson Barat dan Angin Muson Timur

1. Arah Tiupan Angin

Salah satu hal yang menjadi perbedaan angin muson barat dan angin muson timur yaitu terkait dengan arah tiupan angin. Pada angin muson barat, angin bertiup ke arah Benua Australia dari arah Benua Asia. Ketika itu di wilayah Benua Asia sedang mengalami musim dingin dengan tekanan udara yang tinggi dan suhu udara yang rendah. 


Hal tersebut memiliki perbandingan yang terbalik dengan yang terjadi di Benua Australia. Di Australia justru sedang mengalami musim panas dengan suhu udara yang tinggi dan tekanan udara yang relatif rendah.

Sedangkan pada angin muson timur berlaku sebaliknya, yakni dari arah Benua Australia ke Benua Asia. Pada saat terjadinya muson timur, di Australia sedang berada pada suhu udara yang cukup tinggi dengan tekanan udara yang tinggi. Keadaan tersebut menyebabkan terjadinya musim dingin.

Artikel masih berkaitan: Penyebab Angin Muson

Sementara itu, di wilayah Benua Asia memiliki tekanan udara yang rendah dengan suhu udara yang relatif tinggi. Dalam kondisi yang demikian, menyebabkan terjadinya musim panas.

2. Waktu Tiupan Angin

Antara angin muson barat dengan angin muson timur memiliki perbedaan waktu. Untuk angin muson barat terjadi di antara bulan Oktober sampai bulan April. Berbeda dengan angin muson timur yang terjadi di antara bulan April sampai bulan Oktober.

Artikel menarik lain: Pengertian Nikah Siri

Seperti yang Anda ketahui, di antara bulan Oktober sampai April jika dalam keadaan normal, maka akan terjadi musim hujan. Hal tersebut disebabkan karena angin yang bertiup membawa banyak kandungan uap air yang bersumber dari perairan seperti Samudra Hindia dan Laut Cina Selatan.

Sedangkan dalam kurun waktu bulan April sampai Oktober udara mengalir dari tenggara Australia. Sementara itu, di bagian utara garis khatulistiwa aliran udaranya justru ke arah barat daya. Di Indonesia keadaan tersebut menyebabkan terjadinya cuaca yang mendung dan disertai hujan di bulan November sampai Mei.

Di bulan Desember, pada beberapa daerah di Sumatera saat itu tengah mengalami curah hujan yang cukup tinggi. Selanjutnya di bulan Januari, curah hujan yang tinggi beralih ke daerah yang lain.


3. Sifat Tiupan Angin

Kedua jenis angin tersebut memiliki sifat yang berbeda. Angin muson barat mempunyai sifat yang cenderung basah, maka menimbulkan terjadinya banyak hujan. Sedangkan angin muson timur mempunyai sifat yang cenderung kering. Itulah mengapa dampak yang terjadi berupa musim kemarau.

Saat terjadi musim angin muson barat, posisi matahari berada pada belahan bumi bagian selatan, berbanding terbalik dengan muson timur yang mana matahari ada sisi utara bumi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa posisi matahari terhadap bumi dapat mempengaruhi musim yang terjadi pada saat itu.

Beberapa poin di atas merupakan hal yang dapat Anda pahami sebagai perbedaan angin muson barat dan angin muson timur. Dari penjelasan di atas dapat dipahami jika iklim yang ada di suatu daerah sangat dipengaruhi oleh arah tiupan angin, dimana hal tersebut terus berganti selama enam bulan sekali.

Baca juga artikel lain yang terkait dengan Cuaca atau artikel menarik lain di Cosmogirl.co.id