Beauty
10/2/2017

Pentingnya Relaksasi untuk Tubuh (Part 1)

Pentingnya Relaksasi untuk Tubuh (Part 1)
Sedikit rasa stres sebenarnya baik untuk tubuh kita. Adrenalin yang terpacu dari rasa tersebut bisa menimbulkan energi untuk di dalam tubuh dan meningkatkan kekuatan kita. Akan tetapi, tentu lain cerita jika stres telah mendominasi pikiran kita. Bukannya memberikan energi, malah memperburuk kondisi tubuh. Kalau sudah begitu, relaksasi menjadi jalan terbaik untuk mengatasinya.

Seperti yang kerap dipaparkan oleh banyak orang, stres merupakan konsentrasi terbesar yang harus diperhatikan demi kesehatan, mengingat hal ini erat kaitannya dengan berbagai penyakit. Untuk itu, peran relaksasi sangat besar, sehingga sesibuk apapun kita, sangat disarankan untuk tetap menyediakan waktu untuk melakukan relaksasi. Entah itu berendam di air hangat dengan sabun yang wangi, mendengar musik favorit sambil minum teh hangat, yoga, atau membaca buku di ata bean bag yang empuk.

Sebesar apa sih relaksasi untuk tubuh kita? Check this out!

Relaksasi Melindungi Hati
Stres juga rentan terhadap resiko tekanan darah tinggi dan berbagai masalah kesehatan yang menyerang hati. Meski para peneliti belum memastikan faktor utamanya, melalui penelitian-penelitian yang dilakukan para peneliti tersebut setuju dengan rutinitas relaksasi di untuk mengimbangi nkondisi tubuh yang selalu dihadapkan oleh sederet aktivitas. Seorang asisten psikiatri di Rochester Center for Mind-Body Research di University of Rochester Medical Center, New York bernama Kathi Heffner, Ph. D pernah mengatakan dalam sebuah situs kesehatan bahwa ada sejumlah hasil penelitian yang memaparkan kalau stres memang memiliki menjadi faktor utama  berbagai pengaruh buruk pada hati, seperti hipertensi, pola makan yang buruk, dan malas berolahraga. Di sisi lain, stres atau shock yang datangnya mendadak, seperti patah hati atau melihat orang terdekat meninggal dunia, juga bisa mengganggu kondisi hati. Kondisi yang disebut dengan broken heart syndrome ini juga wajib diatasi agar kondisi tubuh kamu nggak semakin memburuk.


Relaksasi Menghindari Kita dari Demam
Seorang profesor psikologi dari Carnegie Mellon University di Pittsburgh, Amerika Serikat bernama Sheldon Cohen Ph. D, telah melakukan penelitian tentang stres sejak tahun 90-an. Awalnya, stres parah yang berlangsung lebih dari satu bulan, namun kurang dari enam bulan bikin seseorang dua kali lipat lebih mudah terserang demam. Dalam penelitian berikutnya yang masih terkait hjal serupa mengungkapkan kalau hal tersebut terpicu dari peradangan yang ditimbulkan. Stres menyebabkan tubuh kita nggak mampu menghadang serangan peradangan dengan membuat sel-sel kekebalan tubuh kurang sensitif terhadap hormon 'jahat' yang menyebabkan peradangan.

Relaksasi Meningkatkan Daya Ingat
Penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan di Amerika Serikat mengungkap kalau stres, terutama yang sudah kronis, dapat menyebabkan gangguan pada bagian otak yang disebut prefrontal cortex. Bagian ini punya keterlibatan yang signifikan pada proses berpikir, menganalisis, dan mendeteksi perilaku hal-hal di sekitar sebelum kita memutuskan untuk berbuat sesuatu. Para peneliti tersebut terpaksa melakukan penelitian pada seekore tikus yang dimasukkan ke dalam sebuah labirin. Ketika merasakan stres, tikus tersebut jadi terlihat gelisah karena nggak bisa mengingat jalan awal ia masuk ke labirin tersebut. Hasil penelitian lainnya juga mengatakan kalau stres bisa menibgkatkan kandungan protein di dalam otak yang dapat menyebabkan penurunan daya ingat.

Relaksasi Mengurangi Resiko Stroke
Sebuah studi di University of Cambridge yang dilakukan pada tahun 2007 menemukan sejumlah orang yang menerapkan hidup sehat (termasuk nggak melewatkan relaksasi), kondisi tubuhnya mampu mengurangi resiko strtoke hingga 24%. Hal ini pun ditemukan karena orang-orang tersebut melakukan olahraga secara rutin dan nggak merokok. Penelitian lainnya di tahun 2011, sebuah penelitian yang dilakukan oleh para pekerja di kota besar dengan load kerja yang padat, punya kemungkinan 10% lebih tinggi untuk terserang stroke.

Relaksasi Menghindari Kita dari Depresi
Para ilmuwan Amerika Serikat juga melakukan penelitian terkait depresi yang disebabkan oleh stres. Kondisi tubuh manusia yang stres tentu lebih buruk, sehingga membuat mereka kehilangan napsu makan, merasa sedih, dan putus asa. Karena pada manusia, hormon kortisol yang hadir saat kita stres, bisa menurunkan kadar serotonin dan dopamin yang erat kaitannya dengan kemunculan depresi. Di samping itu, stres juga bisa memengaruhi kondisi mood seseorang. Jadi, kalau mood kamu naik turun secara nggak menentu, bisa jadi kamu lagi stres.

 

BACA JUGA:

Bikin Wajah Cerah dengan Yoga

Cara Bahagia di Tempat Kerja

Relaksasi Sambil Yoga? Bisa!



Supaya kamu nggak salah pilih, Make Over punya pilihan shade baru nih! Mulai dari Intense Matte Lip Cream, Ultra Hi Matte Lipstick, Ultra…

2017-10-23

Nungki Dwiandara

Barang essential apa saja yang wajib ada di tas kamu? Tentunya, selain dompet, parfum, dan power bank, item satu ini juga wajib kamu…

2017-09-29

Radhitio Anindhito

Ngaku deh, kita punya tendensi untuk membeli lipstik dengan warna yang mirip atau warna-warna aman yang masih ada dalam spektrum nuansa merah. But again,…

2017-08-28

Cinantya Kumala

Beauty enthusiast sekaligus pemilik beauty brand yang sama dengan namanya, Jeffree Star, telah merilis palet eyshadow terbarunya hari Sabtu lalu (4/2).    …

2017-02-07

Arzia Nuari

Pakaian, rambut, dan make up yang maksimal, jadi percuma saja kalau gigi kamu kuning. Apalagi kalau kamu harus bertemu dengan banyak orang dan…

2017-02-07

Arzia Nuari

Seperti yang kita ketahui, sikat gigi pasti ada di setiap rumah. Meski saat ini tersedia cairan pembersih mulut sekaligus gigi, sikat gigi masih…

2017-02-07

Arzia Nuari