Life
5/9/2016

Zendaya, Emma Watson dan Amandla Stenberg Bicara Tentang Feminisme

Zendaya, Emma Watson dan Amandla Stenberg Bicara Tentang Feminisme

By: Arzia Nuari
Photo: Zimbio/Dok.CG

Siapa bilang cewek itu lemah dan nggak bisa melakukan apa-apa? Di zaman modern ini, semua cewek sudah officialy menjadi Kartini untuk dirinya sendiri. Itu artinya, berkontribusi melakukan perubahan masuk ke dalam to-do-list kita sebagai cewek-cewek yang berani dan kuat. Yup, we have the same roles and equal rights as boys. Seperti yang dibuktikan Zendaya, Emma Watson dan Amanda Stenberg yang percaya dengan feminisme. Yuk, intip pendapat mereka tentang feminisme!

1. Zendaya: “It is Equality, Fairness.”

Seperti yang dikutip dari sebuah wawancara, Zendaya yang sudah memulai karir Hollywood-nya sejak kecil memberikan definisi Feminisme yang beautifully simple. Katanya, cewek yang mengaku feminist supposedly percaya pada kuatnya peran kita sebagai cewek, sama seperti kuatnya peran cowok sebagai cowok. It’s all about equality and fairness

2. Emma Watson: “Who We Are In the End”

Memulai karir sebagai bintang Harry Potter, Emma banyak berkontribusi untuk feminisme, termasuk berpidato untuk kampanye "HeorShe" di hadapan UN. Di sana, ia menegaskan kalau feminisme merupakan perjuangan hak-hak yang juga dimiliki kita. Bukan cuma itu saja, feminisme pun sebenarnya merupakan isu cowok juga. Dengan memperjuangan kesetaraan hak-hak, termasuk dihargai sebagai manusia utuh. Cowok seharusnya nggak usah merasa less-macho untuk sekedar nangis atau merasa lemah. Well, in the end, we’re all human beings.

3. Amandla Stenberg: “It's Liberating People From Discrimination”

Dikenal sebagai salah satu feminist yang terus memberi pengaruh positif, Amandla mengakui kalau dia selalu excited memperjuangkan hal ini. Katanya, feminisme pada dasarnya bukan hanya sebagai kesetaraan gender, tapi juga bentuk usaha membebaskan orang dari diskriminasi yang disebabkan oleh patriarki. Itu artinya, feminisme berperan memberi tempat yang seharusnya untuk cewek saat diskriminasi perlahan menghilang. One day, it truly will.

Yup, nothing is impossible, right? Bayangkan saja dunia yang penuh kesetaraan dan non-diskriminasi! It will be great!



“Tanpa kuota hidup bisa merana”,  kayaknya itu bisa jadi jargon masa kini dimana millenials sudah sangat tergantung konektivitas jaringan internet.  Kebutuhan meng-update diri…

2019-03-25

Arzia Nuari

Salah satu yang cukup  menarik jika ingin berwisata ke Jepang adalah melihat kuil-kuil indah dan megah. Selain rata-rata berusia tua hingga ribuan tahun,…

2019-01-21

Arzia Nuari

Setiap memasuki akhir pekan, pasti jadwal kamu dipadari dengan rencana hangout sana-sini. Dari ada yang ngajakin dinner, nonton film baru di bioskop, sampai…

2018-11-21

Arzia Nuari

Mood tiba-tiba berantakan atau nafsu makan bertambah? Bisa jadi itu pertanda kamu sedang mengalami PMS. Pre-Menstrual Syndrome atau PMS merupakan sekumpulan gejala fisik…

2016-05-05

Putri Nadia

Coba ingat-ingat, kapan sih kamu terakhir belanja bareng Mama? Minggu lalu? Bulan lalu? Atau bahkan saking lamanya, sampai nggak ingat? Psst, padahal menurut…

2016-03-13

Sarah Sofiana

P { margin-bottom: 0.08in; }A:link { } Gaya hidup yang berubah dan kian sibuk zaman sekarang, bikin seluruh masyarakat, khususnya para cewek untuk…

2016-02-09

Arzia Nuari